Discuss!

Dunia Adalah Jeruji Besi Umat Islam




Oleh: M. Maftuhin ar-Raudli

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ

“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)
Syarah Hadits
Imam an-Nawawi menjelaskan hadits ini: “Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir.”
Maknanya  bahwa  setiap  mukmin  itu dipenjara  dan  dilarang  di  dunia  ini dari kesenangan-kesenangan  dan syahwat-syahwat yang  diharamkan dan  dibenci.  Dia dibebani untuk melakukan ketaatan-ketaatan yang terasa berat. Jika dia meninggal dia akan beristirahat dari hal ini. Dan dia akan berbalik kepada apa yang dijanjikan Allah berupa kenikmatan yang abadi dan kelapangan yang bersih dari cacat.
Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan dunia yang dia peroleh, yang jumlahnya sedikit dan bercampur dengan kesusahan dan penderitaan.
Dan bila dia telah mati, dia  akan pergi menuju siksaan yang abadi dan penderitaan yang selama-lamanya.”(Syarah Shahih Muslim No. 5256)
Berkata pula Al-Qurthubi tatkala menjelaskan hadits ini:
“Sesungguhnya dunia bersifat demikian disebabkan karena seorang mukmin dalam kehidupan dunia, terikat dengan beban- beban syariat, sehingga dia tidak mampu melakukan satu  gerakan, dan tidak pula berdiam diri, kecuali jika syariat memberi kelapangan padanya untuk melepaskan ikatannya yang memungkinkan baginya untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu, dan ditambah lagi dengan berbagai macam cobaan dan ujian, serta tantangan kehidupan berupa perasaan sedih, gundah gulana, rasa sakit, kepedihan, berusaha menghadapi tantangan dan perlawanan, menghadapi keluarga dan anak-anak.
Secara umum, keadaannya seperti yang  dijelaskan bahwa manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian para wali, kemudian yang semisalnya dan yang berikutnya, seseorang diuji sesuai tingkat keimanannya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Penjara manakah yang lebih dahsyat dari penjara ini?. Lalu kemudian , dia di dalam penjara tersebut dalam keadaan khawatir dan takut yang sangat, sebab dia tidak mengetahui apa yang akan menjadi penutup amalan dalam kehidupannya. Bagaimana tidak, dia sedang mengkhawatirkan sesuatu yang tidak ada yang lebih berbahaya dari sesuatu itu, dia takut akan kebinasaan yang tidak ada lagi kebinasaan diatasnya?!. Kalau seandainya dia tidak berharap untuk dapat keluar dari penjara ini, niscaya dia akan binasa. Akan tetapi, Allah mengasihinya, dan menjadikan beban seorang hamba tersebut terasa ringan dengan janji-Nya tatkala dia bersabar, dan dibukakan baginya jalan baginya menuju akhir kehidupan yang baik.
Adapun orang yang kafir, dia terlepas dari berbagai beban syariat tersebut, dan merasa aman dari segala yang ditakutkan, dan terus merasakan nikmatnya dunia, melampiaskan syahwatnya, merasa mulia dengan hari- hari yang dilaluinya, sehingga dia makan dan bersenang- senang seperti makannya hewan, dan dalam waktu dekat, dia akan tersadar dari buaian mimpinya, dan akhirnya dia masuk ke dalam penjara yang dia tidak akan keluar darinya. Kita memohon kepada Allah agar diberi keselamatan dari kengerian yang terjadi di hari kiamat.(Al-Mufhim, al-Qurthubi:7/109-110)







Related

Sunnah 1869368394282831957

Posting Komentar

Sampaikan komentar Anda sebagai wujud terima kasih Anda dan sebagai bahan evaluasi kami.

emo-but-icon

Arsip Blog

Tafaqur

Tafaqur
Tebar Waqaf Al-Quran

Blogging Network

Hot in week

Total Tayangan Halaman

Promo SBY

Promo SBY

Kontributor

item